Senin, 06 April 2009

Cinta Dalam Laptop

yep.
postingan kali ini gue akan mengetik cerpen yang dikarang oleh Anindhita Thinov dan gue (Rindy Agustina) sebagai typewriter-nya. Hho

Cinta Dalam Laptop

Gue membuka gorden menyambut cerahnya pagi. Sesegera mungkin gue bersiap berangkat sekolah, gue menyambar kunci motor dari meja dan tanpa berpamitan kepada kedua orang tua gue. Dan itu menyebabkan gue mengalami kecelakaan kecil. Gue menabrak sebuah motor, gue gak sempet melihat orangnya dan setelah gue sadar ternyata itu Dika, temen sekelas gue yang gue suka. Lalu gue berangkat kesekolah bareng dia.
Sesampainya di sekolah, begitu banyaknya cewek yang suka sama Dika langsung tebar pesona gak jelas, gue merasa gak perlu ngelakuin hal seperti itu. Gue langsung menuju tempat duduk gue, dan gue melihat Tico, teman semeja gue udah dateng. Tico yang sok pinter sedang baca2 buku sambil menunggu bel masuk ujian mid semester.
Mid semester dimulai, gue liat Dika kelabakan setengah mati, untung Tico belajar, jadi dia bisa bantuin Dika. Bel istirahat berbunya, seperti biasa Dika dan temen2 bandnya, Ria, Puteri, Kris dan Irus langsung berjalan menuju kantin. Lalu gue dan Tico menyusul, sampai di kantin gue jeles banget liat Dika digodain sama temen se-bandnya. dan gue memutuskan untuk makan di meja yang berbeda bersama Tico.
Akhirnya bel pulang berbunyi, gue, Tico, Dika dan temen se-bandnya langsung ke tempat parkir dan ini adalah hari ketiga dalam minggu ini Dika nganterin Ria. Sebenarnya jarak antara rumah gue dan Dika gak terlalu jauh. Tapi gue bawa motor sendiri, jadi gue gak bisa bareng dia. Sampai dirumah gue langsung buka laptop gue dan menceritakan semuanya ke blog rahasia gue.
Esoknya, Dika nggak bawa motor karena motornya sedang diservis dan keajaiban datang. Dika minta nebeng sama gue. Otomatis gue suruh dia yang nyupir. Tiba2 diperjalanan Dika menarik tangan gue dan melingkarkan tangan gue di pinggangnya, karena dia ingin mempercepat laju motor.Tiba2 hujan turun begitu deras, sedangkan Dika tidak mau berteduh dulu. Karena kedinginan, gue memeluk tubuhnya erat2 dan menyenderkan kepala ke bahu Dika. Sebentar gue sadar dan melepaskan pelukan gue karena gue inget Ria. Apa dia tiap hari seperti ini sama Dika? Akhirnya kita berdua samapai di rumah Dika, dan gue langsung pulang.
Sampai dirumah, gue mandi dan ganti baju karena keujanan. Setelah itu gue langsung buka lampto gue dan menulis semua yang terjadi hari ini di blog rahasia gue. Tiba2 kak Putra (kakak gue) dateng dari belakang gue dan membaca postingan gue. Reflek gue langsung tutup laptop gue, awalnya gue takut diomelin sama Kak Putra, tapi dia malah ngeledekin gue. Karena dia udah tau rahasia gue, gue jadi sering curhat sama dia.
Entah ada angin apa, sore itu Dika datang kerumah gue dan menanyakan masalah PR naskah drama yang harus dikumpulkan besok. Gue spontan kaget, karena gue juga belum ngerjain. Akhirnya gue dan bagas ngerjain di laptop gue. saat gue lagi asik ngetik, Dika melingkarkan tangannya melewati bahu gue berniat mengambil mouse untuk menghapus ketikan yang salah. Gue melirik dan melihat wajahnya yang begitu serius menatap layar laptop . Setelah selesai mengerjakan tugas, Dika meminjam flashdisk gue. Malemnya gue gak bisa tidur karena mikirin Dika terus.
Hingga esoknya gue kesiangan dan terlambat datang ke sekolah. Gue liat Dika lagi dihukum sama guru piket, dia ngelirik dengan penuh arti ke gue dan tersenyum. Gue pun harus terpaksa dihukum juga karena gue juga telat. Gue dan Dika jalan ke kelas bareng dan peristiwa yang sama terulang lagi. Cewek2 sok imut di kelas gue godain Dika lagi. Gue tenang aja adem-ayem. Pulangnya tanpa alasan yang jelas, Ria ngelabrak gu. Ternyata Dika sering curhat tentang gue ke dia. Perasaan gue saat itu kaget, seneng campur takut sama si Ria. Ternyata Ria juga suka sama Dika dan Ria memperingati gue buat jauhin Dika.
Sampai dirumah gue buka laptop dan nyeritain semuanya di blog rahasia gue. Dan kali ini yang nge-gep bukan kakak gue lagi, melainkan nyokap gue. Untung nyokap belum sempet baca. gue langsung me-minimize ketikan gue yang tadi. Ternyata nyokap gue minta anterin ke pasar.
Besoknya saat gue pengen berangkat ke sekolah, Dika nyamper gue, gue sempet shock saat gue denger alesannya, dia cuma bilang "emang gak boleh?" . Untung nyokap gue masih di dalem rumah, jadi gak tau kalo gue berangkat bareng Dika. Didepan gerbang sekolah, gue dan Dika ketemu Ria dan dia menatap sinis ke arah gue. Gue sempet takut, tapi ternyata Ria gak berbuat apa-apa sampai gue pulang sekolah ini.
Sampai dirumah gue, Dika mau mampir dulu. Gue pergi ke kamar hendak mengambil laptop dan Dika menunggu di ruang tamu. Gue ambil laptop dan gue serahkan ke Dika, gue tinggalin Dika beserta laptop gue karena gue mau ganti baju. Saat Dika membuka internet, blog gue langsung nampang di layar laptop. Gue kebiasaan nyimpen tab yang sering gue buka. Saat gue balik dan menghampiri Dika, gue kaget dan malu banget. Dika tampak serius membaca postingan demi postingan di blog gue. Tapi, tiba2 Dika megang tangan gue dan dia nembak gue. Awalnya gue bingung, ini semua terasa seperti mimpi. Gue nerima dia dan dia langsung memeluk gue. Saat itu gak ada siapa2 dirumah gue. Gue takut menatap wajah Dika, dia mendekati wajahnya ke arah gue, dan tanpa sadar gue dalam posisi berciuman dengan dia. Setelah itu gue ngobrol sebentar dengan dia.
Malamnya di tempat tidur, gue langsung posting blog yang gak sempet gue lakuin tadi siang. Hari ini adalah hari yang bener2 gak bisa gue lupain. Beberapa kali gue nyubit pipi gue, karena ini semua bener2 terasa seperti mimpi. Setelah selesai posting blog, gue segera pergi tidur.
Mulai hari itu Dika selalu jemput gue. Dan yang bikin gue kaget, nyokap gue gak bolehin gue pacaran. Padahal, dulu nyokap gue overprotective banget sama gue. Hari itu jam istirahat gue gak ke kantin, lalu Ria ngelabrak gue karena dia tau kalo gue tiap hari pulang-pergi bareng Dika. saat Ria mau nampar gue, sesosok pahlawan menahan tangan Ria, Dika. Dika bertanya kepada Ria, kenapa dia melakukan hal ini? Dan Ria bilang kalau Ria suka sama Dika. Tapi Dika bilang kalau dia sudah punya pacar, yaitu gue. Semenjak saat itu Ria mengaku kalah dan gak pernah gangguin gue lagi.
Hari2 di SMA gue lalui bersama Dika hingga kami lulus SMA dan kuliah di perguruan tinggi yang sama. Hingga lulus kuliah, Dika mendapatkan gelar ST atau Sarjana Teknik dan gue mendapat gelas SSi atau Sarjana Sains. Gue lulus 2 bulan lebih cepat dari Dika. Sekarang setelah kita berdua mendapatkan profesi, kami memutuskan untuk menikah, hingga hari ini tiba, gue melahirkan 2 anak kembar, 1 laki2 dan 1 perempuan dan kami memutuskan untuk memberi nama Arin dan Alan .

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar